Kamis, 14 Juni 2018

Perjuangan itu...

Assalamualaikum wr.wb
Halo para pembaca yang tersayang 😘😍

Perjuangan itu adalah saat dillah mau masuk ke SMK negeri pilihan dillah.

Waktu itu , kebetulan lagi bulan ramadan juga , dillah sama kedua temen dillah serta kakaknya temen dillah (sebut saja namanya kak Cici) mau mendaftar di SMK Negeri di Tebing Tinggi. Kak Cici ini yang membantu proses pendaftaran kami.

Karena kami berasal dari luar kota ,kami gak langsung daftar di sekolahnya, kami harus mendaftar dulu di suatu gedung (ntah apa , lupa namanya) untuk mendapatkan sebuah surat izin untuk dibawa ke sekolahnya. Sampai di gedungnya , kami lihat persyaratan pendaftarannya dan ternyata data kami masih ada yang kurang lengkap. Trus kami keluar dari gedung itu dan telepon orang rumah minta antarkan yang kurang lengkap tadi.

Setelah itu, kami balik lagi ke gedung itu. Ternyata disana kami hanya mendapat nomor antrian dan harus balik lagi besok hari.
Butuh perjuangan banget , malah lagi puasa.

Esoknya kami kembali lagi, dan setelah dapat surat izin tadi, kami
lanjut ke sekolahnya. Malah jarak dari gedung ke sekolahnya lumayan jauh lagi.

Kata pihak sekolah, pengumumannya bisa dicek online atau langsung datang ke sekolahnya pukul 6 sore. Dan kami memilih untuk cek online saja.

Dan , waktu pengumuman-nya pun tiba. Setelah selesai berbuka puasa , dillah langsung cek pengumumannya dengan perasaan dag dig dug tentunya.

Dan ternyata, nama dillah gak tercantum di daftar kelulusannya sedangkan kedua teman dillah tadi lulus.

Ya allah , waktu itu rasanya sakiiit gak karuan . Dan tanpa sadar , air mata dillah pun jatuh. Rasanya sedih,sakit,kecewa campur aduk pokoknya.

Waktu itu , mamak langsung nyemangatin dillah, kira-kira begini "udah gak apa-apa , dulu abang mu juga gak lulus di universitas lagi yang lebih jauh di Medan sana , harus numpang-numpang kost kawannya lagi"

"Oh iya juga ya, dillah gak boleh nyerah" , pikir dillah.Dan mungkin Allah punya rencana yang terbaik untuk dillah. Mungkin SMK negeri itu bukan jalan yang terbaik buat dillah.

Saat itu dillah punya dua pilihan sekolah swasta yaitu: SMA Djuanda atau Alwasliyah.

Dan akhirnya , dillah pilih SMA Djuanda. Dan alhamdulillah Allah memang kasih yang terbaik buat dillah.Sekarang mah , dillah udah betah di Djuanda , karena bisa ketemu temen-temen baru , guru-guru baru serta pelajaran dan ilmu baru tentunya.

Yap, itulah perjuangan yang pernah dillah alami. Yah , mungkfin itu baru secuil perjuangan yang dillah hadapi dan itu masih taraf SMA , belum perjuangan kedepannya saat kuliah , trus kerja. Dillah yakin , perjuangan dillah masih panjang. Mungkin dillah akan mendapatkan kegagalan yang sakitnya lebih dari ini.

Sekian dulu postingan dillah kali ini
Akhirul kalam,
Wassalamualaikum wr.wb

#Ramadan30postingan
#day18

2 komentar:

  1. Hee....? Ternyata nurul pernah gagal juga ya T^T hikssseu...

    Ndak papa rul... Kalau gak ke juanda ntar gak jumpa aku T^T gak ada kawanku nonton boruto T^T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw iya, kalau gak ke juanda pun mungkin aku gak bisa nulis di blog ini.
      Soalnya gak ada yang buatin blog 😄

      Hapus